Cara daftar IMEI ponsel dari luar negeri supaya tidak di blokir

Setelah tanggal 18 April peraturan IMEI diberlakukan, ponsel yang dibeli dari luar negeri wajib mendaftarkan nomor IMEI-nya (International Mobile Equipment Identity).
Pendaftaran nomor IMEI bertujuan supaya ponsel bisa terhubung dengan layanan operator seluler yang beroperasi di Indonesia. Pendaftaran imei ini berlaku untuk pembelian ponsel dari luar negeri secara handcarry atau jasa ekspedisi ya.

Registrasi IMEI ponsel juga bisa langsung dilakukan di kantor Bea Cukai sesuai tempat kedatangan pembeli, bisa di bandara, pelabuhan, dan pintu perbatasan lainnya.

Sebenarnya pendaftaran IMEI ponsel ini juga bisa dilakukan sendiri, bisa via situs beacukai.go.id atau via aplikasi Mobile Bea Cukai yang bisa kalian download di Google Play Store.

Di situs dan aplikasi Bea Cukai, pembawa barang HKT atau handphone, komputer genggam, dan tablet yang berasal dari luar negeri bisa mengisi formulir yang disediakan. kemudian pemilik ponsel akan mendapatkan kode QR dan nomor registrasi. Tunjukkan kode QR tersebut ke area pemeriksaan Bea Cukai untuk proses verifikasinya. Setelah proses verifikasi selesai, perangkat HKT yang dibawa kecuali laptop, akan disetujui oleh pejabat Bea Cukai setempat, kalau sah, baru bisa dipasang simcard operator lokal Indonesia. Khusus untuk jasa ekspedisi, proses registrasi IMEI dilakukan oleh pihak pengirim melalui Bea Cukai juga.

Jangan lupa bayar biaya pajak untuk ponsel yang bernilai di atas $500 atau Rp.7,8Juta sesuai undang-undang yang berlaku.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up